14 Mei 2011

PENDIDIKAN BELA NEGARA Pangdam III/Siliwangi: Pondok Pesantren Strategis

Kamis, 12 Mei 2011

JAKARTA (Suara Karya): Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Moeldoko menegaskan bahwa membela dan mempertahankan negara merupakan hak sekaligus kewajiban warga negara sesuai amanat UUD 1945 pasal 30 tentang Bela Negara. Begitu juga dalam pasal 9 UU nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara juga disebutkan bahwa keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara antara lain diselenggarakan melalui pendidikan kewarganegaraan.
Demikian ditegaskan Pangdam III/Siliwangi saat membuka Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) bagi Santri Pondok Pesantren se-Wilyah Korem 061/SK Bogor bertempat di Pondok Pesantren Darul Ulum
Kampung Muara Lido Desa Ciburuy Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor, Rabu (11/5).
Menurut Pangdam, implementasi Pendidikan Pendahuluan Bela Negara melalui PPBN diterapkan pada tiga lingkungan yaitu lingkungan pemukiman, lingkungan pekerjaan dan lingkungan pendidikan seperti halnya di lingkungan Pondok Pesantren.
"PPBN di Pondok Pesantren Darul Ulum Bogor ini, merupakan PPBN yang ketiga kalinya dilaksanakan Kodam III/Siliwangi bekerja sama dengan pemerintah daerah, pondok pesantren dan pemangku kepentingan terkait lainnya. PPBN sebelumnya telah dilaksanakan di Pontren As-Sunah Tasikmalaya dan Pontren Al-Mizan di Kabupaten Lebak Provinsi Banten," ujar Moeldoko.
Menurut Pangdam, PPBN yang dilaksanakan di Pontren Darul Ulum sekarang ini, sebelumnya telah didahului dengan program perbantuan dari Kodam III/Siliwangi dalam upaya mengembangkan potensi kewirausahaan bagi para santri pontren di wilayah Bogor. Hal ini menurut Pangdam, dimaksudkan untuk melatih dan membina potensi para santri dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan secara nyata.
Muaranya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan pontren, dan sebagai bekal bagi para santri dalam berwirausaha khususnya pada bidang pertanian dan perikanan.
Terkait dengan dilaksanakan PPBN di lingkungan pesantren, Pangdam III/Siliwangi berpendapat bahwa pemilihan lingkungan pondok pesantren sebagai sasaran PPBN dilandasi oleh beberapa pertimbangan, di antaranya keberadaan pondok pesantren di Indonesia mencapai 17.000 pontren, dengan jumlah santri tidak kurang dari lima juta orang.
Delapan ribu pontren di antaranya berada di Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten sehingga memiliki posisi yang sangat strategis dalam penyiapan sumber daya manusia Indonesia.
PPBN yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Ulum Bogor ini diikuti 343 orang santri dan akan berlangsung selama tiga hari yang dihadiri oleh bupati dan wali kota beserta unsur Forkopimda Bogor, Danrem 061/SK Bogor, Asisten Kasdam, dan pejabat sipil serta militer, dan Polri wilayah Bogor, serta pimpinan pontren se-wilayah Bogor. (Victor AS/*) 
 
http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=278650

Tidak ada komentar: