10 Februari 2011

Analisis konsumsi bahan bakar motor bensin empat langkah pada sepeda motor transmisi matic dan manual

Dari penelitian yang saya lakukan dari perbandingian konsumsi bahan bakar bensin sepeda motor matic dan manual.


Menurut data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sepeda motor tipe matic mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan dari tahun ketahun. Tingginya animo masyarakat terhadap sepeda motor matic menempatkan Indonesia sebagai pangsa pasar potensial nomor tiga di Dunia pada saat ini. Kendaraan transmisi otomatis ini selain mudah penggunaannya juga nyaman dalam mengendarinya. Motor matic  sangat mudah dikendari, tidak perlu perseneling dan kopling, hanya gas dan rem, motor pun langsung meluncur. Meskipun produsen mensosialisasikan bahwa motor ini irit pemakaian bahan bakar namun, kenyataan dilapangan justru banyak yang beranggapan bahwa motor matic lebih boros dari pada motor manual. Apalagi dijalan yang padat lalu lintas atau macet.
            Sistem bahan bakar dan proses pembakaran sepeda motor matic dengan manual adalah sama. Yang membedakan hanya pada sistem penyalur tenaganya. Tetapi mengapa terdapat perbedaan konsumsi bahan bakarnya.

Semakin populernya sepeda motor matic dan semakin banyaknya pemakai sepeda motor ini problem biasanya dialami orang-orang yang biasa memakai motor manual, lalu beralih ke matic. Anatomi dan performa sepeda motor berbeda, tapi cara memperlakukan terhadap kendaraan tidak berubah. Kendaraan matic memang mudah dalam pengoperasiannya, tinggal gas dan rem saja. Tapi karena itu banyak orang jadi lepas kontrol, tanpa disadari sudah lari sangat kencang. Karena itu, memutar gas dan pengereman motor matic  perlu dilakukan dengan sentuhan yang berbeda. Pada motor matic  yang bekerja dengan putaran, tidak akan dihasilkan tenaga seresponsif motor manual. Performa yang cenderung lambat ini, ternyata memang disengaja untuk safety.
            Kendaraan matic bisa langsung meluncur begitu mesin dihidupkan. Ini berbahaya buat pengendara baru karena motor bisa meloncat liar. Karena itu kendaraan matic  dilengkapi pengaman. Pada rpm tertentu baru bisa bergerak, sehingga untuk pemula bisa start pelan-pelan. Biasanya mulai sekitar 3.000 rpm baru berjalan. Karakter ini biasanya tidak memuaskan pengendara sepeda motor matic yang sebelumnya pemakai sepeda motor manual. Akibatnya mereka sering memutar gas sampai habis karena mengharap performa yang lebih responsif. Padahal, motor matic  mestinya diperlakukan dengan lembut. Motor matic  tarikannya lebih halus.
Meskipun gas ditarik kencang, tetap perlu waktu yang lebih lama untuk merespon. Roller CVT-nya tidak bisa langsung membuka dengan cepat untuk menghasilkan lompatan tenaga yang besar, dan bila sering dipaksa menarik gas terlalu keras motor bisa jadi lebih boros bahan bakar.
  Rangkaian Rute Tenaga pada Sepeda Motor Manual



Rangkaian Rute Tenaga pada Sepeda Motor Matic





diagram alir

         

K e s i m p u l a n.
            Dari penelitian dan pengamatan konsumsi bahan bakar yang telah dilaksanakan pada kendaraan sepeda motor manual dan sepeda motor matic maka dapat disimpulkan sebagai berikut.
1.         Sepeda motor matic.
a.         Sepeda motor matic boros pada kondisi medan jalan (operasi) berat .
b.         Semakin berat kondisi medan jalan semakin boros pemakaian bahan bakarnya.
c          Penggunaan (pengoperasian) sepeda motor matic lebih efektif  dan nyaman dibandingkan sepeda motor manual terutama pada medan medan berat.
2.         Sepeda motor manual.
a.         Penggunaan sepeda motor manual lebih hemat dibanding dengan sepeda motor matic.
b.         Memerlukan ketelitian untuk (pengoperasian) memindahkan gigi dari gigi rendah ke tinggi atau sebaliknya, bila tidak sesuai dengan putaran mesin maka mesin menjadi rusak dan akan menyebabkan konsumsi bahan bakar yang lebih boros.
 c.         Penggunaan (pengoperasian) sepeda motor manual tidak efektif pada medan medan jalan berat (macet) dikarenakan harus selalu memindahkan gigi untuk mendapatkan daya sepeda motor sesuai dengan kondisi medan jalan.


Tidak ada komentar: