Menurut Hisyam Zaini dkk dalam “Strategi pembelajaran aktif” (beberapa dari strategi pembelajaran aktif yang ada)
Alternatif strategi pembelajar. Pembelajaran aktif adalah pembelajaran yang mengaja peserta didik untuk belajar aktif, ketika mereka belajar aktif berarti mereka mendominasi aktifitas pembelajaran yang melibatkan otak untuk menemukan ide pokok, memecahkan persoalan dan mengaplikasikannya untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimum
1. Critical Incedent (pengalaman penting)
Strategi ini digunakan untuk memulai proses belajar mengajar yang bertujuan untuk melibatkan peserta didik sejak awal dengan melibatkan pengalaman mereka.
Langkah-langkah:
a. Sampaikan kepada peserta didik topic atau materi yang akan dipelajari dalam pertemuan ii.
b. Beri kesempatan kepada peserta didik untuk mengingat-ingat pengalaman mereka berkaitan dengan materi.
c. Sampaikan proses belajar mengajar dengan mengkaitkan pengalaman-pengalaman peserta didik dengan materi yang akan disampaikan.
Strategi ini dapat digunakan pada materi yang bersifat praktis, seperti pada materi metode pengajaran. Ceramah. Disini tenaga pendidik dapat bertanya kepada peserta didi “dari pengalaman anda belajar dari sekolah dasar sampai sekarang apa yang anda rasakan jika seorang tenaga pendidik menyampaikan materi Ceramah”
Dari jawaban-jawaban yang muncul Tenaga pendidik dapat memulai menyampaikan materi dengan mengkaitkan pengalaman-pengalaman peserta didik dengan topic yang diajarkan.
2. Listening Teams (tim pendengar)
Strategi ini membantu peserta didik untuk ttap konsentrasi dan terfokus dalam proses belajar mengajar yang menggunakan metode ceramah, metode ini bertujuan membentuk kelompok-kelompok yang mempunyai tugas dan tangguna jawab tertentu yang berkaitan dengan materi.
Langkah-langkah :
a. Bagi peserta didik menjadi empat kelompok, masing-masing kelompok mendapat tugas sebagai berikut :
1) Penanya : Bertugas membuat pertanyaan minimal dua berkaitan dengan materi yang baru disampaikan.
2) Pendukung : Bertugas mencari ide-ide yang disetujui atau yang dipandang berguna dari materi yang disampaikan dengan alasannya.
3) Penentang : Bertugas mencari ide-ide yang tidak disetujui atau yang dipandang tidak berguna dari materi yang disampaikan dengan alasannya.
4) Pemberi contoh : Bertugas mencari spesifik atau penerapan dari materi yang disampaikan tenaga pendidik.
b. Sampaikan materi kuliah dengan metode ceramah. Setelah selesai beri kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk menyelesaikan tugas mereka.
c. Minta masing-masing kelompok untuk menyampaikan hasil dari tugas mereka.
3. Active Debate (Debat aktif)
Depat bisa menjadi satu metode berharga yang dapat mendorong pemikiran dan perenungan terutama kalau peserta didik diharapkan mempertahankan pendapat yang bertentangan dengan keyakinan sendiri. Ini strategi yang secara aktif melibatkan semua peserta didik didalam kelas bukan para pelaku debatnya saja.
Langkah-langkah :
a. Kembangkan seluruh pernyataan yang controversial yang berkaitan dengan materi.
b. Bagi kelas kedalam dua tim. Mintalah satu kelompok yang pro dan satu kelompok yang kontra.
c. Berikutnya buat dua sampai empat sub kelompok dalam masing-masing kelompok debat. Misal dalam kelas terdapat 24 peserta didik dapat dibuat tiga sub kelompok pro dan tiga sub kelompok kontra yang masing-masing terdiri dari empat orang. Setiap kelompok diminta untuk mengembangkan argument.
d. Siapkan duan sampai empat kursi untuk para juru bicara kelompok pro, dan jumlah kursi yang sama untuk juru bicara yang kontra. Peserta didik yang lain duduk dibelakang juru bicara. Mulailah debat dengan para juru bicara mempresentasikan pandangan mereka. (argument terbuka)
e. Setelah mendengarkan argument terbuka hentikan debat dan kembali ke sub kelompok. Setiap sub kelompok mempersiapkan untuk mengkaunter argument terbukadari kelompok lawan.
f. Lanjutkan kembali debat. Juru bicara yang saling berhadapan diminta untuk memberikan kaunter argumen, ketika debat berlangsung peserta lain didorong untuk memberika catatan yang berisi usulan argument atau bantahan, minta mereka untuk bersorak dan bertepuk tangan untuk masing-masing argument dari para wakil kelompok
g. Pada saat yang tepat akhiri debat . tidak perlu menentukan kelompok mana yang menang, buatlah kelas melingkar. Pastikan bahwa kelas terintergrasi dengan meminta mereka duduk berdampingan dengan mereka yang berada di kelompok lawan. Diskusi apa yang maha siswa pelajari dari pengalaman debat tersebut. Minta mereka untuk mengidentifikasi argument yang paling baik menurut mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar